Wisata Bandung - Rental Mobil Bandung & Sewa Mobil di Bandung Murah

Rental Mobil Bandung

web TCS icon
TCS Stripes
RENTAL CAR TCS
GOOD CAR.GOOD DRIVER.GOOD PRICE
RENTAL MOBIL BANDUNG
RENTAL CAR TCS
GOOD CAR. GOOD DRIVER. GOOD PRICE
RENTAL CAR TCS
GGOD CAR . GOOD DRIVER . GOOD PRICE

Sewa Mobil di Bandung

Go to content

Museum Geologi

Rental Mobil di Bandung Murah & Sewa Mobil Bandung

Sejarah Museum Geologi dimulai dari Era Belanda
Hasil penyelidikan yang berupa contoh-contoh batuan, mineral, fosil, laporan dan peta memerlukan tempat untuk penganalisaan dan penyimpanan,sehingga pada tahun 1928 Dienst van den Mijnbouw membangun gedung di Rembrandt Straat Bandung. Gedung tersebut pada awalnya bernama Geologisch Laboratorium yang kemudian juga disebut Geologisch Museum. Yang mempunyai fungsi sebagai Laboratorium Geologi.

cagar budaya

Perkembangan Museum Geologi pada Era Jepang
Dikala Belanda dikalahkan oleh Jepang.  keberadaan Dienst van den Mijnbouw berakhir. Letjen. H. Ter Poorten (Panglima Tentara Sekutu di Hindia Belanda) atas nama Pemerintah Kolonial Belanda menyerahkan kekuasaan teritorial Indonesia kepada Letjen. H. Imamura (Panglima Tentara Jepang) pada tahun 1942. Penyerahan itu dilakukan di Kalijati, Subang. Dengan masuknya tentara Jepang ke Indonesia, Gedung Geologisch Laboratorium berpindah kepengurusannya dan diberi nama KOGYO ZIMUSHO. Setahun kemudian, berganti nama menjadi CHISHITSU CHOSACHO.

Perkembangan Museum Geologi pada Era Indonesia Merdeka
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pengelolaan Museum Geologi berada dibawah Pusat Djawatan Tambang dan Geologi (PDTG/1945-1950).

Perkembangan Museum Geologi pada Era Modern
Dengan penataan yang baru ini peragaan Museum Geologi terbagi menjadi 3 ruangan yang meliputi Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia, serta Geologi dan Kehidupan Manusia. Sedangkan untuk koleksi dokumentasi, tersedia sarana penyimpan koleksi yang lebih memadai. Diharapkan pengelolaan contoh koleksi di Museum Geologi akan dapat lebih mudah diakses oleh pengguna baik peneliti maupun grup industri.

Pergeseran fungsi museum, seirama dengan kemajuan teknologi, menjadikan museum geologi sebagai :
  • Tempat pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan bumi dan usaha pelestariannya.
  • Tempat orang melakukan kajian awal sebelum penelitian lapangan. Dimana Museum Geologi sebagai pusat informasi ilmu kebumian yang menggambarkan keadaan geologi bumi Indonesia dalam bentuk kumpulan peraga.
  • Objek geowisata yang menarik

Peta Bagian luar gedung Museum Geologi :
Peta Luar Gedung Museum Geologi
 
Mulai masuk sebelum ke pintu masuk ada objek yang menarik yaitu mesin tua bekas penggalian minyak oleh perusahaan bernama Expan
Mesin Exspan Museum Geologi

Pembagian Lantai dan Ruangan
 
Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan II. Berikut ini merupakan ruangan-ruangan yang berada di kedua lantai Museum Geologi serta fungsi dan isi dari ruangan tersebut.
 
Lantai 1 Museum Geologi

Terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur.

Lantai 1, Ruang Orientasi bagian Tengah
berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian.

Terdapat juga kerangka Mamooth tepat di sewaktu mulai masuk dari gerbang masuk utama
Kerangka Mamooth

Lantai 1, Ruang Sayap Barat
dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang :
 
  • Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya beserta perkiraan lapisan bumi
Lapisan Bumi

Terjadinya Alam Semesta dan Pembentukan Planet Bumi
Alam Semesta dan Pembentukan Planet Bumi

  • Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia; diujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif
  • Keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya.
  • Kars Gunung Sewu
Kars Gunung Sewu
  • Bahkan terdapat maket tentang Paleografi dan sebaran fauna di Indonesia
Paleografi dan Sebaran Fauna di Indonesia
  • Fosil fosil serta sejarah manusia menurut evolusi Darwin juga terdapat di sini
 
Selain maket dan panel-panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga memamerkan beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah.
Dunia batuan dan mineral menempati bilik di sebelah baratnya, yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan susunan kristalografi dalam bentuk panel dan peraga asli.

Diantaranya seperti :

Batuan Mineral

Batuan Mineral

Batuan Mineral seperti Staktit dan Stalaknit
Stalaktit dan Stalaknit

Batuan Mineral bernama Amethyst Crystal
Batu Amethyst Crystal

Batuan Mineral bernama Pyrite, Sphalerite
batuan pyrite, sphalerite

Batuan Mineral bernama Nepherite
Batuan Nepherite

Batuan Mineral bernama Amethyst, Geode
Batu Amethyst, Geode

Batuan Mineral bernama Green Fluorite
Batu Green Fluorite

Batuan Mineral bernama Rose Quartz
Batu Rose Quartz

Batuan Mineral bernama Quartz Crystals Double Point
Batu Quartz Crystals Double Point

Batuan Mineral bernama Vanadinite
Batu Vanadinite

Batuan Mineral bernama Dioptase
Batu Dioptase

Batuan Mineral bernama Fluorite, Sphalerite, Galena
Batu Fluorite,Sphalerite,Galena

Masih di dalam ruangan yang sama, dipamerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk jenis-jenis peralatan/perlengkapan lapangan, sarana pemetaan dan penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geolologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan segalanya) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakan data dan informasi geologi Indonesia.

Maket tentang beberapa gunung api yang fenomenal di Indonesia
Gunung api di Indonesia

Maket tentang Bentuk dan Struktur Gunung api
Bentuk dan Struktur Gunung Api

Maket Gunung Api
Maket Gunung Api

Dinamika Tektonik Indonesia menyebabkan Gempa bumi dan Gunung Api
Dinamika Tektonik Indonesia

Menjelaskan tentang Pelapukan, Erosi, dan Pengendapan
Pelapukan, Erosi, dan Pengendapan

Ujung ruang sayap barat adalah ruang kegunung-apian, yang mempertunjukkan keadaan beberapa gunung api aktif di Indonesia seperti : Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Krakatau, Gunung Galunggung, Gunung Merapi dan Gunung Tambora. Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket kompleks Gunung api Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.

Letusan Gunung Tambora pada tahun 1815
Letusan Gunung Tambora


Lantai 1, Ruang Sayap Timur
Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari zaman mulai terbentuknya bumi, awalnya kehidupan di bumi, zaman prasejarah , manusia primitif hingga manusia modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan.

Dimulai dari zaman :

Zaman Bumi Lautan Api
Zaman Bumi Lautan Api

Zaman Terbentuknya Batuan dan Awal Kehidupan
Zaman Terbentuknya Batuan dan Awal Kehidupan

Zaman Kambrium ( 590 - 500 juta tahun lalu )
Zaman Kambrium

Zaman Ordovisium ( 500 - 440 juta tahun lalu )
Zaman Ordovisium

Zaman Silur ( 440 - 410 juta tahun lalu )

zaman silur

Zaman Devon ( 410 - 380 juta tahun lalu )

Zaman Devon

Zaman Karbon ( 380 - 290 juta tahun lalu )
Zaman Karbon

Zaman Perm ( 290 - 250 Juta Tahun Lalu )
Zaman Perm


Zaman Ikan
Zaman Ikan

Zaman Hewan Invertebrata
Zaman Hewan Invertebrata

Zaman munculnya Hewan Bercangkang
Zaman munculnya Hewan Bercangkang
Zaman dari Air ke Darat
Zaman dari Air ke Darat

Zaman Amfibia
Zaman Amfibia
Zaman Reptilia Mirip Mamalia
Zaman Reptilia mirip Mamalia

Zaman Tanda Kehidupan Primitif
Zaman Tanda Kehidupan Primitif

Kumpulan fosil tengkorak manusia-purba yang ditemukan di Indonesia (Homo erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya.

Fosil Tengkorak Homo Erectus
Fosil Tengkorak Homo Erectus

Tukimin Penemu Fosil Tengkorak Homo Erectus
Tukimin Penemu Homo Erectus
Begitu pula dengan artefak yang dipergunakan, yang mencirikan perkembangan kebudayaan-purba dari waktu ke waktu.

Artifak Kebudayaan Purba berupa pahatan batu
Artifak batu

Artifak Kebudayaan Purba berupa perhiasan
Artifak Perhiasan

Penampang stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangiran (Solo, Jawa Tengah), Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti dalam pengungkap sejarah dan evolusi manusia-purba diperagakan dalam bentuk panel dan maket.

Sejarah pembentukan Danau Bandung yang melegenda itu ditampilkan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan ikan yang ditemukan pada lapisan tanah bekas Danau Bandung serta artefak diperagakan dalam bentuk aslinya. Artefak yang terkumpul dari beberapa tempat di pinggiran Danau Bandung menunjukkan bahwa sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut pernah dihuni oleh manusia prasejarah. Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan masa lalu ditempatkan pada bilik tersendiri di Ruang Sejarah Kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan fosil, termasuk batubara dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan-purba.

Di lantai 1 Ruang timur banyak ditampilkan Fosil kerangka hewan purba, diantara seperti :

Kerbau Purba berjenis Bubalus Palaeokerabau Dubois
Bubalus Palaeokerabau Dubois

Kuda Nil purba berjenis Hippopotamus Sivalensis Koenigswald
 Hippopotamus Sivalensis Koenigswald

Badak Purba berjenis Rhinoceros Sondaicus Desmarest
Rhinoceros Sondaicus Desmarest

Gajah Purba berjenis Sinomastodon Bumiajuensis
Sinomastodon Bumiajuensis

Dinosaurus yang berjenis Tiranosaurus atau disingkat T-Rex
Tiranosaurus T-Rex

 
Lantai II tempatnya Ruang Sumber Daya Geologi, juga Ruang Manfaat dan Bencana Geologi
Lantai 2 Museum Geologi
Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur
 
Lantai 2 di Ruang barat
(dipakai oleh staf museum) jadi para pengunjung tidak dapat akses menuju ke ruangan bagian barat lantai 2
 
Sementara ruang tengah dan ruang timur di lantai II yang digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.
 
Lantai 2 di Ruang Tengah merupakan Ruang Sumber Daya Geologi
Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 miliar ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton.

Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di sini, seperti :

Maket Pertambangan Minyak Bumi di darat
Pertambangan Minyak Bumi di Darat

Maket Pertambangan Minyak Bumi Lepas Pantai
Pertambangan Minyak Bumi Lepas Pantai

Maket Kapal Tangker pembawa minyak bumi
Kapal Tangker pembawa hasil Minyak Bumi


Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawah tanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 miliar ton. Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik.

Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket.
Batuan asal Irian Jaya

Macam-macam perangkap Migas, seperti :

Perangkap Stratigrafi
Perangkap Stratigrafi

Perangkap Sesar ( Patahan )
Perangkap Sesar ( patahan )

Perangkap Antiklin
Perangkap Antiklin


 
Ruang Timur ( Ruang Manfaat dan Bencana Geologi )

Pertama kali masuk ke ruang timur di sebelah kirinya terdapat Lukisan Mural tentang manfaat dan bencana Geologi. Dilanjutkan di sebelahnya berjejer maket tentang di mulainya kejadian Geologi pada
zaman prasejarah
Zaman Prasejarah

zaman sejarah
Zaman Sejarah

zaman era modern
Zaman Era Modern

Di seberangnya terdapat maket tentang simulasi gempa, macam gempa, tanah longsor dan Tsunami

Maket tentang Tenaga Tektonik
Maket Tenaga Tektonik

Maket Terjadinya Tenaga Tektonik
 Terjadinya Tenaga Tektonik

Lokasi
 
Museum Geologi Bandung beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 57, Bandung.
Museum Geologi Bandung terletak dekat dengan Gedung Sate, salah satu ikon kota Bandung.
 
 
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk
 
Harga tiket masuk Museum Geologi Bandung adalah 2.000 Rupiah untuk pelajar, 3.000 Rupiah untuk wisatawan lokal, dan 10.000 Rupiah untuk wisatawan asing.
 
Museum Geologi Bandung buka dari jam 9 pagi sampai dengan 15.30 sore pada hari Senin sampai Kamis, dan jam 9 pagi sampai dengan jam 13.30 siang pada hari Sabtu dan Minggu. Museum ini tutup setiap hari Jumat dan hari libur nasional.



2 comments
Average Vote: 125.0/5
Robet
2019-04-16 03:52:15
Salah satu museum cagar budaya di Bandung
Nana
2019-04-15 08:51:32
Ada fosil Tyrex


Back to content